Peringati Hari Pramuka ke-65, Santri Penghafal Al-Qur'an Al Azka Kedepankan Nilai Kedisiplinan dan Jiwa Kepemimpinan
CISAUK – Keluarga besar Pesantren Tahfizhul Quran Al Azka menggelar Apel Upacara Bendera dalam rangka memperingati Hari Pramuka ke-65 pada Jumat (14/8/2026). Kegiatan yang berlangsung khidmat mulai pukul 07.30 WIB di lapangan utama pesantren ini diikuti oleh seluruh santri dari jenjang SDTQ, SMPTQ, hingga SMATQ Al Azka.
Suasana upacara tampak penuh wibawa dengan barisan santri yang mengenakan seragam Pramuka lengkap. Tidak hanya para santri, apel ini juga dihadiri oleh segenap dewan guru, baik pengajar formal maupun guru tahfizh. Kehadiran para pendidik ini menegaskan bahwa nilai-nilai kepramukaan—seperti kedisiplinan, kemandirian, dan gotong royong—sangat selaras dengan pembentukan karakter Islami yang ditanamkan dalam proses menghafal Al-Qur'an.
Bertindak sebagai pembina upacara, Bapak Wahyudi, S.Pd., Gr., menyampaikan pidato inspiratif yang mengajak seluruh peserta merefleksikan kembali sejarah kepanduan dunia dan nasional. Ia mengisahkan awal mula gerakan ini yang diinisiasi oleh Lord Robert Baden-Powell pada tahun 1907 silam di Inggris.
Lebih lanjut, Bapak Wahyudi mengulas peran sentral Presiden pertama RI, Ir. Soekarno, bersama Sri Sultan Hamengkubuwono IX dalam menyatukan berbagai organisasi kepanduan di tanah air yang awalnya terpecah-pecah. Melalui Keputusan Presiden Nomor 448 Tahun 1961, wadah tunggal bernama PRAMUKA (Praja Muda Karana) akhirnya resmi lahir pada 14 Agustus 1961.
"Peleburan tersebut bertujuan menyatukan visi dan misi pemuda Indonesia dalam membangun karakter bangsa yang tangguh dan berintegritas," tegas Bapak Wahyudi di hadapan para santri.
Peringatan Hari Pramuka ke-65 tahun 2026 ini mengusung tema nasional yang strategis, yaitu “Memantapkan Langkah Organisasi Mendukung Swasembada Pangan Menuju Indonesia Emas 2045”. Tema ini menjadi pengingat penting bagi para santri Al Azka bahwa gerakan Pramuka tidak sebatas latihan baris-berbaris, melainkan sebuah panggilan untuk memberikan kontribusi nyata bagi ketahanan pangan dan masa depan bangsa.
Melalui pelaksanaan apel peringatan ini, Pesantren Tahfizhul Quran Al Azka berharap nilai-nilai luhur kepanduan dapat melekat kuat dalam diri setiap santri. Dengan demikian, pesantren tidak hanya melahirkan generasi yang hafal Al-Qur'an secara tekstual, tetapi juga mencetak calon pemimpin masa depan yang berkarakter kuat, fokus, dan siap mengabdi pada masyarakat.